Pelajari 8 karakteristik air

Ada lebih dari beberapa cara untuk menggambarkan air tempat kita berenang: sejuk, biru, menyegarkan, bersih, luas, berkilau… Tapi bagaimana jika kita melihat lebih dalam karakteristik air. Hal-hal seperti pH air, salinitas, dan tingkat oksigen dapat memberitahu kita?

Mengukur sifat-sifat air yang berbeda dapat mengetahui apakah ada yang salah dengan air atau jika ada sesuatu yang berubah seiring waktu. Mengawasi karakteristik ini juga kadang-kadang dapat memberikan informasi tentang bagaimana air “berenang” bagi pengguna air rekreasi dan kehidupan akuatik yang bergantung padanya untuk bertahan hidup.

Berikut adalah 8 karakteristik air dan apa yang dapat mereka ceritakan tentang badan air kita

1. pH

pH adalah ukuran seberapa asam atau basa (basa) air. Ini dapat berkisar dari 1 (asam) hingga 14 (basa / basa). Perairan alami biasanya berkisar antara 6 hingga 7. Perairan dengan pH yang lebih tinggi atau lebih rendah dapat berbahaya bagi hewan dan juga manusia, dengan tingkat pH di atas 11 berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata.

Foto oleh Brightyellowjeans

2. Alkalinitas

Alkalinitas adalah ukuran seberapa baik air dapat menahan penambahan asam tanpa mengubah pH secara dramatis. Semakin tinggi alkalinitas air, semakin baik dalam menyangga input polusi asam. Ketika pH air menjadi terlalu asam, itu sangat berdampak pada ikan, serangga air, dan bagian ekosistem lainnya.

3. Kekerasan

Kekerasan adalah ukuran berapa banyak garam terlarut, khususnya, kalsium dan magnesium, di dalam air. Kesadahan air berhubungan dengan alkalinitas karena air yang lebih keras akan menghasilkan alkalinitas yang lebih tinggi. Air dengan kesadahan yang terlalu tinggi membuat air minum menjadi buruk dan dapat membahayakan kehidupan akuatik.

4. Konduktivitas

Konduktivitas adalah ukuran seberapa baik listrik dapat melewati air. Konduktivitas ditentukan oleh seberapa banyak garam terlarut dalam air, dengan kadar garam terlarut yang lebih tinggi menghasilkan pembacaan konduktivitas yang lebih tinggi.

Nilai konduktivitas berbeda antara badan air yang berbeda, dan dapat digunakan untuk mendeteksi polusi. Dalam badan air yang tidak tercemar, nilai konduktivitas tetap konsisten, tetapi di badan air yang tercemar nilai tersebut dapat berubah secara dramatis.

5. Oksigen terlarut

Oksigen terlarut adalah ukuran berapa banyak oksigen di dalam air. Ikan dan hewan air lainnya membutuhkan air beroksigen untuk bernafas, jadi terlalu sedikit oksigen bisa mematikan. Oksigen rendah juga dapat menyebabkan berkembangnya ganggang berbahaya yang melukai satwa liar, manusia, dan hewan peliharaan.

6. Salinitas

Salinitas adalah konsentrasi garam dalam badan air air asin. Garam dalam badan air sangat penting untuk kelangsungan hidup spesies tumbuhan dan hewan, namun tingkat salinitas yang terlalu tinggi dapat merusak spesies dan ekosistem air yang sensitif.

Tahukah Anda: Di Ontario, beberapa anak sungai air tawar menjadi sangat asin sehingga spesies air asin ditemukan di dalamnya. Misalnya, kepiting biru air asin hidup di Mimico Creek di Greater Toronto Area.

7. Kekeruhan

Kekeruhan adalah ukuran seberapa jernih atau keruhnya air. Zat seperti tanah liat, lumpur, ganggang, atau plankton dapat menyebabkan air keruh. Air keruh (keruh) tidak selalu berbahaya, dan terkadang hanya mempengaruhi kualitas estetika badan air. Namun, terlalu banyak sedimen atau ganggang dapat membahayakan manusia dan ekosistem perairan. Polutan dapat menempel pada partikel yang membuat air terlihat keruh, sehingga kekeruhan terkadang (tetapi tidak selalu) merupakan indikator kualitas air.

8. Suhu

Suhu hanyalah seberapa hangat atau dinginnya badan air. Suhu berdampak pada semua karakteristik air lainnya, dan suhu outlier dapat menunjukkan adanya masalah. Ketika air terlalu hangat, itu disebut sebagai polusi termal.

Ini mungkin terdengar jelas, tetapi perubahan iklim menyebabkan kenaikan suhu air, musim panas yang lebih panas, lebih lembab, dan lebih banyak gelombang panas. Saat perubahan iklim dan suhu badan air kita menghangat, spesies laut dan ekosistem dapat menjadi rusak secara permanen.

Pemanasan air dan perubahan iklim juga menyebabkan masalah kualitas air yang dapat membuat rekreasi tidak aman. Sungai, danau, dan lautan kita seharusnya bisa memberi kita perlindungan dari suhu terik, tetapi mereka tidak bisa melakukannya jika kita tidak melindunginya.